Marilah Benar - benar “Hidup” 24 Jam Sehari


Hari - hari yang sibuk, pekerjaan yang menggulung kita dalam kesibukan, sering membuat kita lupa akan “hidup” dan hanya mengerjakan rutinitas kita saja. Mencawang setiap checklist yang harus kita kerjakan, dan pelan - pelan jiwa kita mati dilindas rutinitas.

Kita lupa “mimpi” kita, lupa akan “passion” yang dulu sering menggigit dan mencengkeram kita dengan taringnya yang tajam. Kita menjadi dewasa atau tua. Kita telah menjadi mesin, robot bernafas, yang sekedar menyelesaikan tugas kehidupan kita.

Kita lupa belajar dalam setiap waktu luang, untuk memperbaiki diri dan memperkaya kazanah ilmu kita. Kita lupa mencoba hal baru. Kita kehilangan “jiwa kehidupan kita” Mata yang membelalak melihat warung tegal yang rame, Emosi yang berkobar menikmati bakso super enak dan Keingintahuan yang dalam kenapa bekicot itu merayap sangat pelahan diatas daun.

Mungkin kita perlu berhenti sejenak dan bertanya kembali, Setelah sekian tahun bekerja keras, apa yang masih tersisa pada jiwa kita. Apakah kita benar - benar menjadi semakin arif, apakah kita telah semakin “kaya” dengan ilmu, pengetahunan dan kemampuan kerja? Lalu, sebenarnya, apa tujuan hidup kita yang sebenarnya? Apa yang ingin kita capai 5 tahun mendatang? Atau 20 tahun mendatang? Uang? Jabatan?

Mungkin kita perlu untuk menjabarkan kembali aktifitas kita dalam susunan yang benar, melupakan hal - hal yang tidak penting, dan fokus pada pekerjaan yang menunjang tujuan hidup kita. Kita perlu menyusun kembali, Apa yang terpenting tahun ini harus kita capai? Apa yang harus kita lakukan bulan ini? Apa yang harus kita selesaikan Minggu ini? Apa action kita hari ini?

Kita hanya hidup 24 jam sehari, siapapun kita. Lalu mengapa tidak kita maksimalkan 24 jam sehari ini dengan benar - benar hidup, dengan penuh kesadaran, dengan penuh semangat. Walaupun banyak kepahitan, walau kadang uang tidak disaku, walau kadang tidak mengikuti kenormalan orang lain, walau sering di caci maki. Bukankah ini hidup kita sendiri, dan kita harus mengerjakan apa yang ada dihati kita? Mari memulai lagi, mari "Hidup" lagi. Salam semangat.

sumber: Tanadi Santoso

Sebuah Jurnal

Tidak kita sadari bahwa jurnal sangat berpengaruh dalam kehidupan kita. Dengan sebuah jurnal, Anda bisa merekam sebuah ide, gagasan atau sebuah kejadian yang tidak ingin Anda lewatkan.
Menuliskan apa saja yang terlintas di dalam pikiran Anda kedalam sebuah jurnal, ini sudah termasuk tindakan smart. Hal ini mencegah hilangnya sebuah moment berharga atau ide yang cemerlang.
Saat Anda ( di massa yang akan datang) membuka isi jurnal Anda, Anda akan menemukan sesuatu hal yang Anda butuhkan.




*Catatan ini saya tulis untuk memotivasi diri saya agar lebih maju lagi. Suatu kebanggaan apabila pembaca mendapatkan hal positif dari tulisan ini (Salam Sukses)

Spirit

Sukses adalah idaman setiap orang tetapi kadang kala banyak orang kehilangan arah tanpa motivasi dan tanpa tujuan. Hidup ini terjadi hanya sekali, maka dari itu kita harus mengoptimalkan potensi dalam diri, optimis untuk lebih maju di setiap langkah yang kita buat. Banyak belajar terhadap segala hal tidak terkecuali belajar dari kesalahan bukan malah berhenti.
Masa depan Anda tergantung pada diri Anda bukan pada pada orang lain. Seni pencarian jalan yang Anda buat, adalah sesuatu kebanggaan dan keasyikan tersendiri.

You can do it.



*Catatan ini saya tulis untuk memotivasi diri saya agar lebih maju lagi. Suatu kebanggaan apabila pembaca mendapatkan hal positif dari tulisan ini (Salam Sukses).