Kisah Cintaku, Akhirnya Kutersadar

From: Lya

Saat pertama kali aku merasakan indahnya jatuh cinta , aku masih ada di kelas 1 smp. Masih di bilang cinta monyet sih. Aku pertama berpacaran ma cowo yang bernama Yayak. Aku sebenarnya nggak pernah jatuh cinta sama sekali ma dia, tapi aku menerima dia ma, sekedar kasihan ama dia. Setelah 1 tahun pacaran tanpa cinta, akhirnya aku bisa merasakan indahnya cinta saat kedua kalinya berpacaran. aku suka ma cowo yang menurutku dia tuh perfect abbiez.
Aku bener-bener di uji saat berpacaran ama dia nie. Padahal aku dah ngrasa'in seneng banget di hatiku, tapi semua sirna karena orang yang amat sangat aku cintai, di jodohin ama orang lain. Aku ditinggal begitu aja sama dia, karena dia di paksa nikah oleh orang tuanya. Aku hanya bisa terdiam membisu dengan keadaan ini. Orang yang aku cintai ini bernama Benny Ardi Setiawan, biasa di panggil Iwan. Kejadian ini membuatku terpukul dan dapat aku ambil hikmanya, sedih banget. Dua hari, aku tidak bisa menahan air mataku yang terus mengalir, serasa aku pengen mati jika aku ditinggal ama dia.
Setiap malam aku terus berdoa, memohon petunjuk kepada Tuhan agar diberi kemudahan, padahal bersama dia aku mulai bisa mengerti arti cinta. Arti cinta yang bener-bener membutuhkan pengorbanan, sampai detik ini aku masih ingat apa yang dia katakan padaku. Rasa ini membuat aku terdiam dan pasrah pada semua yang sudah terjadi.
Seiring berjalanya waktu, aku mencoba tuk melupakanya dan pada akhirnya aku mulai menemukan orang yang juga begitu berarti tidak lain kakak keponakan dari Iwan.
Ya Tuhan, aku bener-bener nggak nyangka banget dia juga begitu sayang ama diriku. TAk lama kemudian, aku mulai berhubungan ama dia. Aku nggak mau kejadian yang dulu terulang kembali. Aku kan terus menjaga hubungan ini. Tetapi kenapa? aku selalu bertanya pada diriku sendiri, kenapa hubungan ini mesti ada perselingkuhan. Ini terjadi karena kita hidup di kota yang berbeda. Tetapi aku yang disini, selalu punya yang lain yang mengisi kekosongan hati ini, selalu ada dan ada hingga di hubungan ini yang ke 47. Aku baru sadar kalau selingkuh tuh ternyata ngak baik. Aku terus mencoba untuk setia pada satu orang, dan akhirnya aku bisa.
Aku kan selalu mengenang memory saat bersama Iwan di dalam lubuk hatiku yang paling dalam. Karena dia adalah penyemangat dalam hidupku. Aku menyesal meninggalkannya, aku memberikan saran kepada yang sudah baca ceritaku ini "jangan pernah kamu meninggalkan orang yang amat kamu sayangi demi orang yang amat kamu cintai. Karena hubungan yang tanpa perselingkuhan kan langgeng dengan adanya kesetiaan kasih sayang. Bukan karena paras wajahnya atau seseorang dengan harta yang berlimpah yang harus kita cintai. Karena ketika kita mencintai orang tersebut belum tentu kita kan bahagia. Cintailah orang yang bener-bener sayang padamu. Karena diahlah yang akan membawamu pada kesejahteraan hidup yang kan terus bertahan.

Nikmatnya Rujak Persahabatan


From: Bams (Di Prigen)

Narsies abis: Rion,Diah (depan), dari kiri Agus, Lilik, Ella, dan Ima sedang menikmati rujak persahabatan


Wah gara-gara jadi fotografernya, Mas Bams yang satu ini jadi nggak ikut ke foto deh, sedihnya. Tapi nggak apa-apa, its ok.
Misalnya ada yang tanya, rujak persahabatan itu apa sih? sahabat yang di uleg terus di jadiin rujak, gitu?. Hahaha pertanyaannya ada-ada aja, off course not. Rujak persahabatan tuh rujak yang dibuat dengan bumbu spesial plus rasa yang menyelimutinya seperti rasa manis: yang melambangkan manisnya persahabatan, rasa pedas: ya tentunya melambangkan rasa cabe dunks gimana sih, rasa asam+kecut: wah kalau yang ini nggak usah disebutin, yang merasa belum mandi aja deh angkat tangan dan di santap dengan para sahabat begitu lho.
Setelah menyiapkan bahan-bahan seperti gula merah, bengkuang, nanas, melon kemudian mangga yang belum ranum (bahasa kerenya pencit), kita-kita dari kaum adam yang terdiri dari cowok-cowok superior (julukannya biar kelihatannya lebih cool dikit, boleh kan) aku, Rion, Agus dengan segera menuju ke TKP (Tempat Kosan Putri) yang di didiami oleh Lilik, Ima, Ella, dan Diah.
Sesampainya disana, perasaan takut bercampur dengan rasa deg-degan menyelimuti hati M.Rion. Kemudian pintu yang berada dihadapanya, diketuk olehnya "tok.....tok.....tok". Setelah itu kami mundur 1o langkah. Satu.....dua.....tiga....sampai sepuluh langkah. Tiba tiba, terdengar bunyi krrrrrrr.....reeeeeeee....ccckkk pintu itu terbuka (hihi tegang amat bacanya)
Mereka keluar satu persatu. Wuaaaahhhhh....so beautifull, mereka tampil beda hari ini. Bener-bener cantik-cantik bagai bidadari (yang turun dari loteng rumah hehehe).
Karena semua sudah berkumpul, kami kemudian menyiapkan bahan dan peralatan untuk membuat rujak. Setelah bahan dan peralatan sudah lengkap, tanpa buang-buang waktu kami mulai mengerjakannya dengan penuh semangat.
Rujak buatan kami tuh bukan rujak biasa karena didalamnya terkandung bumbu spesial, lain daripada yang lain. Resep turun temurun dari nenek moyang dulu. karena rujak kami tuh dibuat dari 15% bumbu-bumbu alami, 15% buah berkualitas (padahal metiknya dari kebun belakang rumah hehe), dan 70% nya Cinta dan Kasih sayang yang memancar dari sepasang kekasih teromantis. Itu tuh Pake Rion dan Bulek Diah (untuk yang bersangkutan jangan marah yah, karena ini memang disengaja hihihi).
Tak lama kemudian, tiba-tiba Ima muncul dari belakang terus teriak "Hey.....!!!bumbu rujaknya udah jadi ne, kok cuman di liatin doanks sih.....aku cobain dulu yah?".
Bulek Diah tidak terima, terus menyahut "Wey.....Tante Ima cuuuurrraaang, aku juga mau" diikuti dengan Pakde Rion"Hey.....hey......hey.....jangan berebut donks.....!!!temen temen masih ngupas buah tuh, si Bolang(Lilik) kemana yew?".
Terus Agus menyahut "Mungkin di kamar mandi lagi pups". Tanpa di sengaja Lilik mendengarnya "Apa mas.....ngomong apaan?".
Tiba-tiba Ella menyahut dari belakang "Lik.....lik, kamu tuh di bilang ama Mas Agus, katanya lagi pups". Lilik menyahutnya lagi "Iiiiiiicchhhh.........Mas Agus, awas yah".
Kemudian aku datang sambil membawa buah "hey.....!!!kalian.....!!!.....capek-capek motong buah malah berantem, yao maem.....lets go"
Semua temen-temen menyahut "ya....ayo".
Tiba-tiba terdengar bunyi "Gladug....aw aw aw".
Tiba-tiba Ella teriak dari belakang "eeeeehhh..Mas bams kepleset".
"wah, orang jatuh kok malah di ketawain, gimana sih? aku kan jadi malu (sambil mengelus-ngelus kepala). Udah dari pada ketawa-ketawa nggak jelas takutnya ntar kebablas, yuk foto dulu yuk narsies -narsiesan, sapa yang paling narsies dapat rujak paling banyak gmn, setuju?".
"setuju"
jawab mereka dengan lantang.Kami pun berfoto dengan gaya habis-habisan.
Setelah pusa,kami kembali melanjutkan makan rujak dengan begitu lahapnya. Canda, tawa, gurauan, sindiran yang melekat pada rujak saat memakannya, menambah kenikmatan tersendiri bagi kami.
Tidak lama kemudian, rujak persahabatan ini habis. Hmmm,mau lagi donks. Tapi berhubung bahan-bahanya udah habis, its time to beres-beres. Membereskan peralatan yang sudah dipakai untuk rujakan dan membersihkan noda-noda yang ada dimana-mana. Setelah selesai, kami kemudian menutupnya dengan doa bersama, agar terasa lebih nikmat setelah makan rujaknya.
Sstt, aku bocorin dikit yah, gimana sifat-sifat mereka ala penilaian Mas Bams(hihi sebenarnya nggak boleh (its secret), tapi nggak apa-apa deh):
  • M.Rion : Cowok yang satu ini sifatnya tuh tegas, ambisius, berjiwa musisi, tapi kelemahannya tuh dia suka grogi di depan cewek cakep termasuk mereka-mereka ini-ni (Lilik, Diah,Ima,Ella)
  • Diah : Pendiam (Cuman kalau tidur doanks sihh), baik, pengertian meskipun di awal ketemuan dia kelihatan jaim bangets, terus malu-malu kucing tetapi orangnya fun kok
  • Agus : Dia tuh terbuka siapa saja, gokil, kreatif. Hmm, hanya saja dia sering berantem dan jailin cewekku sampai-sampai si Lilik sering nangis dengan bahagia (kayak sinetron aja yah)
  • Lilik : Nah kalau cewek yang satu ini, dia orangnya baik juga, kreatif, pemberani (biasa di panggil si bocah petualang). punya kemampuan memimpin, pokoknya yang baik-baik ada pada dirinya secara dia kan cewekku hehehe. Meskipun dia suka ngambek terus nangis gara-gara di godain ama agus. Tapi dont worry, i always here with you.
  • Ima : Cantik, imut, walau umurnya masih belasan tapi sifatnya udah dewasa bangets, tapi dia tuh cewek antik, narsies, cerewet terus kalau udah ngobrol ama seseorang ...tujuh hari tujuh malam nggak akan selesai-selesai capek deh.
  • Bams : Nah kalau aku sih, semua yang baik baik ada pada diriku meskipun mereka nganggap aku narsies tapi nggak apa-apa deh aku tetap yang terkeren.
  • Ella : Ella tuh typikal cewek yang friendship, berbakat, pengertian cuman dia tuh doyan bangets ama yang namanya ngobrol (mirip tante-tante arisan gitu deh hehehe)
Tak terasa kehadiran mereka disini, membuat kehidupan ini lebih berwarna. Raa senang, sedih , bahagia, jengkel campur aduk jadi satu telah terlewati bersama dengan begitu singkat. Ini adalah hari terakhir mereka disini. Event ini di buat karena besok pagi mereka harus pulang ke rumah masing-masing di Blitar. Momment ini terjadi pada tanggal 3 oktober 2009 tapi masih membekas di hati.
Buat Lilik, Diah, Ima, dan Ella ada pesan buat kalian dari kita-kita: semoga ilmu yang kalian dapatkan dengan magang di Prigen memberikan manfaat buat kalian. Belajar yang giat biar nilainya bagus-bagus. Terus kalau udah lulus jadi orang yang berguna. Buat yang punya sifat bocah petualang, kalau main-main di sungai hati-hati, ntar kalau terjebur ke air kan basah, terus siapa yang ngerokin?. Buat yang punya sifat malu-malu kucing, biasanya juga malu-maluin hehehe. Buat yang punya sifat mirip tante-tente arisan dan cewek cerewet kalau ngomong sampai 7 hari 7 malam nggak kelar kelar, tolong di kurangin yah nggak baik. Wah pesanya banyak amat yah jadi ketularan mereka, ikutan cerewet juga hehehe.

Si Jaim Jatuh Cinta

From: Erick

Aku adalah tipikal cowok yang cuek pada seseorang apa lagi pada orang yang nggak ku kenal.
Pada agustus kemarin ada cewek yang beda kota sama aku. Cewek ini tergolong ramai, cute dan imut. Suatu hari, dia datang ke kota tempat aku tinggal tuk menimba ilmu.
Awalnya di tempat aku tinggal, temen-temen panitia lagi ngadain lomba 17-an. Saat lomba voli di gelar, ada seorang cewek yang sedang melakukan pemanasan. Dengan tidak sengaja dia memukul bola yang arahnya mengenai mukaku, dengan agak kaget aku tegur dia "Eh, kamu bisa nggak lebih hati-hati" tapi dia membalasku hanya dengan senyuman yang bikin aku penasaran and terkesima melihatnya. Tapi berhubung aku adalah tipikal cowok yang cuek dan agak sombong, aku terlihat jaim melihatnya.

Pada puncak acara saat malam pensi, aku dipilih temen-temen panitia sebagai MC acara yang mana masih pertama kalinya buat aku ( duhhh deg-degan bangets). Tapi aku minta pada temen-temen panitia untuk mencarikan aku temen buat nge-MC acara tersebut. Ehhhh, nggak di sangka cewek itu lagi. Heeemmmm, pucuk dicinta ulam pun tiba bener nggak sih!!!!pa cuma mimpi. "Yo weslah nggak pa pa"hatiku berbicara.
Acara digelar dengan succes dan meriah walaupun menimbulkan dag dig dug serrr hehehehehe. becoz gara gara penasaaaaaran bangetss!!aku beranikan diri untuk meminta nomor handphonenya (biasalah salah satu trik cowok lagi cari cara tuk PDKT-an hohohohoho). Horeeee, seneng bangets ternyata langkah pertama dari seribu langkah berhasil juga.
Beberapa hari setelah pensi usai, aku mau ngerayain ultahku tapi aku binggung banget mau ngerayain sama siapa, sedang saudaraku ama temen-temenku pada sibuk ama aktivitas masing-masing. Duhhhh pening ney, tapi tiba-tiba nggak da ujan or badai si dia kirim sms dan tak terpikir olehku tiba-tiba dengan nggak sadar aku ngajakin dia jalan dan ngerayin ultahku di sebuah Cafe yang amat sangat romantis di daerah pandaan. Dan dia menerima ajakanku itu.
Sore hari, kita janjian di depan warnet untuk pergi kesana dengan suasana seneng. Sesampainya di Cafe, kita makan sambil ngobrol-ngobrol (hukz hukz hukz ya PDKT-an gethoo) hmm romantisnya. Terus aku ajak dia jalan lagi, muter-muter daerahku sambil menikmati gemerlapnya malam yang diiringi nyanyian dinginya angin malam di bawah naungan sinar bulan dan bintang (hihihihi syairnya payah ya, maklum baru belajar hehehe), setelah itu kita pulang. Itu adalah momment pertama yang nggak bakal ku lupain sampai kapanpun.
Dua hari kemudian, temen deketku sama adiknya ngajak aku jalan-jalan di wahana wisata pemandian air panas. Bingung lagi deh, aku ama siapa ney kesono. Tapi, oh ya hampir-hampir lupa, kan aku punya kenalan ney, yaa aku beranikan tuk ngajak dia. Awalnya sih takut (emang dia gigit hehehe) tapi kata orang jawa "isin-isin nggak kisenan"halah yoweslah ngemeng opo (ku terjemahin dulu ya biar nggak bingung->" malu-malu nggak kesampain"halah ya udahlah ngomong apa). Akhirnya dia mau, terus aku jemput dia di rumah kos-nya.
Duhhh deg-degan bangets, setelah berkumpul kita berangkat ber-empat ke pemandian itu. Sesampainya, kita ber-empat jalan bareng sambil menikmati keindahan flora fauna alam yang begitu bebas dan natural di ikuti dengan tawa canda, narsies-narsiesan sampei nyamain muka salah satu fauna di tempat itu ( emang mirip yeee). Yang bikin jantungku berdegug kenceng, saat dia memegang tanganku (sampe keringetan).
Setelah itu kita berpencar, saat di tengah-tengah pepohonan yang rindang dan kincauan burung-burung(deskripsi tempatnya harus complete hehehe), tiba-tiba sebuah kata keluar dari mulutku. Sebuah rasa suka dan sayang pada cewek itu padahal aku nggak tahu kenapa aku bisa suka sama dia, kata-kata itu muncul sendiri dari hati yang paling dalam (serius). Intinya aku nembak dia dan bertanya "Want you be my Girl Friend?".
"Aduh bodoh amat ney aku kenapa aku tiba-tiba nembak dia, aku takut banget dia bakal benci sama diriku" gumam dalam hati. Hohohohooho, nggak nyangka banget dia nerima aku. Terus kita jadian deh.
Wuaaah romantis abis kan!!!.

Memory Cintaku Saat PSG

From: Lya

Waktu pertama kali aku datang di tempat PSG, aku ngerasa ini saatnya aku bisa belajar mandiri, belajar tuk tidak selalu bergantung pada orang tua. Berharap segalanya bisa berjalan seperti yang ku rencanakan.
Hingga sampai akhirnya aku bertemu dengan temen-temen di sana. Salah satu diantara mereka ada yang membuat jantungku berdegug kencang, sebut saja dia adalah Egik. Dia adalah sosok orang yang baik, dan ketika aku berada di dekatnya, aku ngerasa nyaman banget.
Seiring berjalanya waktu, perasaanku berkata lain. Tanpa sadar, cinta itu hadir lagi aku
telah berusaha untuk menghindari, tapi aku nggak bisa. Aku jatuh cinta lagi sama seorang cowok yang bernama Rendik. Aku tak bisa mengelak dari perasaan ini. Aku sayang banget sama dia. Ada sesuatu hal yang muncul dalam diriku dan mengisyaratkan untuk tetap di sisinya dan jangan sampai kehilangan dia. Semula aku tak percaya jika ini perasaan cinta. Tapi ternyata memang cinta.
Hari -hari ku terus berjalan, suatu ketika aku jadian sama Rendik. Aku ngerasa seperti bunga yang mekar pada hamparan luas taman yang indah, aku bener-bener seneng banget karena harapanku bisa terkabul. Tetapi semua tak seperti yang ku bayangkan. Kisah indah, bahagia, romantis pupus sudah. Aku di hadapkan dengan masalah besar, aku harus memilih diantara mereka berdua. Aku bingung, karena kedua orang itu mempunyai arti penting dalam diriku. Ku akui memang aku salah, kenapa semua ini bisa terjadi. Aku pernah mencoba untuk menghindar. Tetapi aku nggak bisa, aku nggak mungkin membohongi perasaan ini.
Suatu hari, aku bertengkar sama Egik. Ini terjadi karena aku memutuskan hubunganku sama dia secara mendadak dan tanpa alasan yang jelas. Dia tak tahu, bahwa alasanku yang sebenarnya karena aku sayang banget sama Rendik.

First Meet, First Date, I Dont Know Where Is She?

From: Faisal

Saat aku mulai menutup cafeku, ada sebuah mobil dan motor berhenti di depan gerbang. Aku nggak tahu siapa mereka, yang terlihat didalam mobil itu ada beberapa cowok dan yang mengendarai motor itu adalah dua cewek. Ketika salah satu cewek turun dari motornya, kemudian menghampiriku dan bertanya
"mas cafenya masih buka".
Aku pun menjawabnya bahwa cafeku sudah tutup. Cewek itu pun pergi dan menghampiri teman-temanya. Entah apa yang mereka bicarakan. Setelah kuperhatikan lagi, beberapa cowok dalam mobil itu pergi kemudian kedua cewek itu menghampiriku kembali.
"Lho mas kenapa sudah tutup".
Lalu kuberi pengertian lagi ke mereka
"gini, aku ada janji jadi cafeku ku tutup, oh ya kenalin aku Faisal" aku mengulurkan tanganku.
Cewek itu pun membalasnya "aku Faridha dan ini temanku Sinta".

Aku pun bertanya lagi" Kalian ini dari mana, terus teman-temanmu yang di dalam mobil itu, kok pergi?".
"oww, itu tadi sebenarnya sama kayak kamu, kita juga baru kenalan. Aku curiga sama mereka, untung saja cafemu tutup. Jadi mereka pergi, aku nggak mau di ajak mereka tetapi Sinta ini, huuuhhh. Aku orang sini juga, cuman aku jarang kesini karena sibuk kuliah, ini mumpung lagi liburan dua hari. Oh ya, ini sudah malam, sebaiknya kami pulang dulu"jawab Faridha.
Sebelum mereka pergi, Aku meminta nomor handphone-nya " Maaf, aku boleh minta nomor hp-mu Faridha, buat nambah teman aja".
"iya, nggak apa-apa, ini nomorku. Aku balik dulu yah"jawabnya.
"mmm-hmmm, hati-hati"a
ku menyahutnya.
Jam sembilan malam dia pun sms aku yang intinya dia ngajak aku jalan. Kebetulan juga aku ada janji sama dua temanku untuk latihan band, oke lah aku mau.
Pagi pun tiba tepatnya pukul 10.00, kedua temanku datang ke cafe. Aku pun menemui mereka kemudian menyuruh mereka untuk menunggu sebentar sebab aku akan mejemput faridha dulu.
Beberapa menit kemudian, aku membonceng faridha dengan motor dan menghampiri kedua temanku itu.
Kami ber-empat pun berangkat menuju studio tempat persewaan alat band.
Setelah sampai di tujuan, kami pun masuk. Di dalam ruangan kami memainkan musik dari berbagai band terkenal, aku pegang drum dan Faridha ambil vokal sedangkan dua temanku tadi pegang gitar. Meskipun band kami amatir, tetapi kami menikmatinya. Seolah kami tampil di acara sepectakuler.
Suara Faridha sangat merdu, tanpa terasa aku dan kedua temanku berhenti memainkan alat musik, terpana melihat dan mendengar Faridha beryanyi.
" kenapa kalian ini?"tanya Faridha.
Aku pun menjawabnya "kita kagum melihat kamu bernyanyi".
"Emang ada yang salah, lho mending kita lanjutkan saja, rugi lho kalian kan sudah sewa alat musik di tempat ini" kata Faridha.
"iya teman-teman mari kita lanjutkan lagi" kataku. Tetapi kedua temanku itu meminta untuk istirahat sebentar.
"oh iya nggak apa-apa"kataku.
Aku pun melanjutkanya, aku beralih ke alat musik piano. Hanya aku dan Faridha, kemudian memainkan lagu lagi. Astaga berjalan lancar tanpa ada kesulitan, padahal kita baru kali ini memainkan musik bersama tetapi hasilnya kompak, apa ini yang dinamakan serasi (dalam hatiku berkata). Kedua temanku memberikan applous, "serasi" kata mereka.
Betapa bangganya kami, meskipun hanya dalam studio. Waktu tak terasa, kami pun selesai dan bergegas mengambil tas masing-masing.
Setelah itu aku mengajak mereka makan di salah satu restaurant. Sambil makan, kami membahas pengalaman masing-masing.
Setelah kenyang, aku pergi ke kasir, saat melihat isi dalam tasku, ASTAGA!!! dompetku hilang.
Tidak tersadar keringatku mulai keluar, "gimana neh". Aku pun menghampiri temanku dan menceritakan semua, tentu saja tanpa sepengetahuan Faridha.
"Tenang saja, pakai uangku saja"ujar temanku. Ketika dia membuka tasnya, ternyata apa yang ku alami tejadi pula pada dirinya. Kami pun deg-degan, "aduh gimana ini". Aku kemudian menyuruh temanku untuk menghampiri faridha tanpa menceritakan apa yang terjadi.
Setelah itu aku pun menyusul menghampirinya. " Hy, maaf yah ku tinggal sebentar, aku mau nolongin temenku yang jatuh dari motor karena tadi aku baru adjah dapet telepon dari seseorang. Kalian disini adjah dulu"
Faridha pun bertanya"sal?kemana".
"Sebentar kok"jawabku.
Aku pun mengambil motorku, pergi menuju rumah. Setelah sampai, aku pun mencari-cari.
Fyuuu, lega rasanya, ternyata dompetku ketinggalan di meja kamarku. Hehehehe, "ya ampun aku ney pelupa".
Aku nggak mau membuat mereka menunggu lama, ku ambil motorku dan segera ke restaurant.
Setelah berada di restaurant, aku pun membayar billingnya. Huuh,betapa leganya aku.
Aku pun menghampiri Faridha"maaf ya, telah membuatmu menuggu"
"nggak apa-apa sal, lagian kamu perginya sebentar kok, gimana temenmu?"jawabnya.
"gak apa-apa anaknya cuman luka ringan doanks dan sekarang ney dia dirawat di UGD, ya udah ini kan udah selesai semua, gimana kalau kita pulang sekarang, soalnya ini udah sore"jawabku (Aku terpaksa berbohong pada Faridha).
"Mmm-hmm"mereka menganggukan kepala.
Kami pun berdiri, kedua temanku pulang ke rumah masing masing "kapan-kapan kita latihan lagi, okay".
Sedangkan aku mengantarkan Faridha pulang.
Sesampainya di depan rumah Faridha, Ia berkata "Sal, thanks ya untuk hari ini, senang banget bisa jalan denganmu, aku besok udah balik kuliah, sekali lagi terimakasih.
Fyuhh, ini terjadi singkat. Pertama kali ketemu langsung nge-date. Aku sekarang nggak tau Faridha ada dimana, nomor dia yang ada di handphone-ku nggak sengaja terhapus.
Tetapi cerita ini nggak akan terhapus dari memoriku.

Penasaran

Ini tentang dua orang bersaudara dari desa yang merantau ke kota unuk mencari pekerjaan, sebut saja Agus dan Erick. Mereka berangkat jam 8 pagi, sesampainya di terminal mereka naik bus. Setelah menunggu berjam-jam di dalam bus mereka akhirnya menemukan sebuah perusahaan yang mereka cari. Perusahaan itu bertempat di daerah terpencil. akan tetapi tidak jauh dari daerah tersebut terdapat sebuah perumahan elite yang ramai.
Agus: akhirnya nyampe juga yah rick
Erick: ya gus, tapi kok gini yah....sepi mamrih
Agus: tidak masalah, yang penting kita dapat kerja dan ga'nganggur lagi
Erick: he'em....

mereka akhirnya tiba di perusahaan tersebut

Erick:untung ...tepat waktu
Agus:Rick..lihat depan!!!!
Erick:ya ampyun gmn gus!!
Agus:anjrit yang melamar 1,2,3,4,5,6,7,8,9..1000...2000..3000..mati aku
Erick:wah ngaco dirimu,mungkin tuh 50-an
Agus:hehehehehe,ya udah kita maju aja...adu nasib. Rugi kalau kita putus sampai disini aja. Kan kita kesini udah siapin matang-matang disamping tuh kita uadah keluar ongkos banyak,rugi donkz kalo gak mencoba
Erick:betul gus

setelah bertanya-tanya pada sekurity mereka akhirnya di persilahkan masuk perusahaan tersebut, ternyanta mereka disana berbeda ruangan.
di salah satu ruangan, agus berada di kerumunan pelamar lain. Dan selanjutnya,

Agus:mas... kenalkan saya agus(terhadap 5 orang terdekat yang berada disisinya)
pelamar 1: saya Novan
Agus:agus
pelamar 2:frendy
Agus:agus
pelamar 3:nico
Agus:agus
pelamar 4: evan
Agus:agus
pelamar 5: rino
Agus:agus

Setelah bertanya-tanya, Agus tahu bahwa mereka adalah lulusan s1, dan berasal dari golongan elite yan berada di perumahan yang agus dan erick lihat tadi. Agus sempat mempunyai pikiran bahwa sainganya lebih unggul di banding dirinya. Berhubung dirinya sudah mengumpulkan uang selama berbulan-bulan. Walaupun dia hanya anak lulusan sma, dia tidak peduli, dia tetap maju.
Disamping itu Erick juga mengalami hal yang sama dengan Agus. Setelah beberapa jam kemudian, mereka keluar dari ruang interview. Setelah itu mereka bertemu diluar halaman perusahaan.

Agus:rick,gimana interview tadi?
Erick:aku?optimis gus pasti lolos,dirimu?
Agus:aku juga optimis pasti lolos
Erick:oh ya, gus kita gak mungkin kayaknya pulang malem-malem gini
Agus:iya rick, tetapi kalo kita gak pulang..kita tidur dimana?
Erick:aku ya bingung, eh gimana kalo kita cari makanan dulu maybe disini ada penjual makanan. Tapi kok kelihatnya sepi banget yah. Gimana kalo kita berjalan lurus ajasiapa tahu ada penjual yang menjual,hohohoho
Agus:maksudnya lhow.... ya jelas donks penjual ya menjual. Ya udah kita jalan kedepan yuuk

Setelah beberapa jam kemudian, mereka melihat sana-sini berjalan lurus lagi. Akhirnya...

Erick:gus-gus tuh lihaten ada pedagang mie ayam tuh,gmn kalo kita kesono!
Agus:jangan deh,cari lain adjah
Erick:udah, gak peduli,kalo kamu cari-cari lagi, cari mja sendiri yang lain sono, emang,gampang apa cari penjual disini ..capek aku!!!
Agus:Hey Man?Are you angry
Erick:Dont talk monkey..
Agus:aduh rick, gitu adjah marah, ya udah kita makan disitu ae..

setelah itu..

Erick:Bang-bang beli pangsitnya
pedagang:iya mas
Erick:berapa per porsinya?
pedagang:cuma sepuluh ribu rupiah
Agus:weeeeeng......padahal di daerahku cman Rp.3000
pedagang:kalo segitu c, cuma cukup buat beli teh. coba dilihat disekelilingmu. apakah ini seperti daerah biasa?kayak di desamu?ya salah, disini kan daerah elite. uang segitu mah gak seberapa.
Erick:oww,getho, maaf bang-kamu c gus tanyanya ngaco terus.
Agus:ya iya.rick
bang, emang jual apa adjah c?
pedagang:jual pangsit ma minuman
Agus:minuman apa aja bang?
pedagang:ya macam-macam,mas-nya sendiri mau minum apa?
Agus:heeeem, apa yah
oh ya..
agus pesan es teh anget, ada gak?
pedagang:(bingung)
ya gak ada, yang namanya es teh yah dingin, kalo wedang tuh baru panas, emang mau pilih yang mana?
Agus:gak jadi bang
kalo es bakar...ada?
pedagang:gak ada, gimana caranya...wakakakak
Agus:giman kalo es campur?
pedagang:campur apa?
Agus:es campur sari...
pedagang:gak ada!!(sambil marah)
apa mau mas tak kasih es campur bogem(sambil mengepal tangannya)
Agus:ya udah,gak jadi..gitu aja marah...
pedagang:iya gak apa-apa(amarahnya agak meredam)
Agus:hmmmm...
erick:jangan getho kamu ney gus

Agus:gimana kalo wedang soto adjah...ada?
pedagang:mas...entar tak sedot lho(nada bencong)aneh aneh aja
jadi beli gak c?lihat mas yang satunya,udsah makan dengan lahap tanpa gini-gitu
Agus:ya udah bang getho adjah marah..
saya beli,eh tapi ada diskon gak?
pedagang:gak ada!!!!
Agus:ya udah satu adjah..
hmmm,enak-enak bang,enak sekali
berapa harganya bang?
pedagang:(gak menghiraukan...agus di tinggal pergi)
Erick:kamu c aneh gus
Agus:gak apa apa wes

Setelah kenyang mereka berjalan lurus lagi. kemudian mereka menemukan musholah kecil.

Agus:eh, gak sholat dulu tha?
Erick:ayo...

Sehabis sholat mereka keluar dan duduk-duduk di teras

Erick:eh gus lihaten ada cewek cakep banget,keturunan chinesse kayaknya
Agus:yah..kelihatan dewasa yah
Erick:wah...
Agus:eh,gimana kalo kita muter-muter komplek sini dulu
Erick:ayo...ini jam berapa gus?
Agus:tak liahte di hp-ku dulu
jam 19.30 rick..oww masih sorean
Erick:ya kita jalan aja mumpung gak terlalu malem banget

setelah beberapa menit kemudian...

Agus:eh tuh cewek yang tadi yah
lho tuh rumahnya yah?koq dia masuk ke situ.
Erick:aiyah..busyet koq gede banget yah
eh denger koq ada suara gaduh dari rumah itu
Agus:biasa orang kaya, dikit-dikit berantem kayak di daerah kita gitu lho..
Erick:ya mungkin kayak gitu gus

sebenarnya,ada apa yah?aku jadi penasaran





maaf ceritanya bersambung dulu....hihihihi

tobe continue

Keep Move Forward

From: Renie

Evaluasi tentang setiap hal dimana aku sedang mencari jati diriku yang sebenarnya. Dimana aku sedang menggabungkan yang namanya asmara dan peraihan cita-cita.
Moment saat bertemu dengan my old friends yang semakin lama semakin berkembang dan dalam pencarian ilmu yang mereka cari. Mempunyai kemampuan dan belajar untuk mandiri dan tidak kalanya lagi bisa melakukan apa yang belum bisa aku lakukan. Oleh karena itu, setiap detik ini aku tertantang untuk meningkatkan kemampuan supaya menyamai mereka bahkan untuk melebihi mereka . Saat ini yang kulakukan adalah proses mencari ilmu dengan membaca berpergian for expanding my mind dan mengikuti pelatihan. Sebenarnya itu belum cukup maximal kalau saja di ikuti dengan action yang lebih baik lagi pasti lebih sempurna.
Aku tetap maju dan berada dalam jalur dan alur kehidupan yang ku dambakan dan idam-idamkan.
Sedikit demi sedikit tujuanku semakin dekat dan semakin aku rasakan gengaman kata "sukses" yang semakin lama semakin dekat.
Aku disini adalah sebuah elang yang terbang tinggi memperluas kemampuanku. Dunia ini sangat luas tetapi dekat apabila kita memulainya.