First Meet, First Date, I Dont Know Where Is She?

From: Faisal

Saat aku mulai menutup cafeku, ada sebuah mobil dan motor berhenti di depan gerbang. Aku nggak tahu siapa mereka, yang terlihat didalam mobil itu ada beberapa cowok dan yang mengendarai motor itu adalah dua cewek. Ketika salah satu cewek turun dari motornya, kemudian menghampiriku dan bertanya
"mas cafenya masih buka".
Aku pun menjawabnya bahwa cafeku sudah tutup. Cewek itu pun pergi dan menghampiri teman-temanya. Entah apa yang mereka bicarakan. Setelah kuperhatikan lagi, beberapa cowok dalam mobil itu pergi kemudian kedua cewek itu menghampiriku kembali.
"Lho mas kenapa sudah tutup".
Lalu kuberi pengertian lagi ke mereka
"gini, aku ada janji jadi cafeku ku tutup, oh ya kenalin aku Faisal" aku mengulurkan tanganku.
Cewek itu pun membalasnya "aku Faridha dan ini temanku Sinta".

Aku pun bertanya lagi" Kalian ini dari mana, terus teman-temanmu yang di dalam mobil itu, kok pergi?".
"oww, itu tadi sebenarnya sama kayak kamu, kita juga baru kenalan. Aku curiga sama mereka, untung saja cafemu tutup. Jadi mereka pergi, aku nggak mau di ajak mereka tetapi Sinta ini, huuuhhh. Aku orang sini juga, cuman aku jarang kesini karena sibuk kuliah, ini mumpung lagi liburan dua hari. Oh ya, ini sudah malam, sebaiknya kami pulang dulu"jawab Faridha.
Sebelum mereka pergi, Aku meminta nomor handphone-nya " Maaf, aku boleh minta nomor hp-mu Faridha, buat nambah teman aja".
"iya, nggak apa-apa, ini nomorku. Aku balik dulu yah"jawabnya.
"mmm-hmmm, hati-hati"a
ku menyahutnya.
Jam sembilan malam dia pun sms aku yang intinya dia ngajak aku jalan. Kebetulan juga aku ada janji sama dua temanku untuk latihan band, oke lah aku mau.
Pagi pun tiba tepatnya pukul 10.00, kedua temanku datang ke cafe. Aku pun menemui mereka kemudian menyuruh mereka untuk menunggu sebentar sebab aku akan mejemput faridha dulu.
Beberapa menit kemudian, aku membonceng faridha dengan motor dan menghampiri kedua temanku itu.
Kami ber-empat pun berangkat menuju studio tempat persewaan alat band.
Setelah sampai di tujuan, kami pun masuk. Di dalam ruangan kami memainkan musik dari berbagai band terkenal, aku pegang drum dan Faridha ambil vokal sedangkan dua temanku tadi pegang gitar. Meskipun band kami amatir, tetapi kami menikmatinya. Seolah kami tampil di acara sepectakuler.
Suara Faridha sangat merdu, tanpa terasa aku dan kedua temanku berhenti memainkan alat musik, terpana melihat dan mendengar Faridha beryanyi.
" kenapa kalian ini?"tanya Faridha.
Aku pun menjawabnya "kita kagum melihat kamu bernyanyi".
"Emang ada yang salah, lho mending kita lanjutkan saja, rugi lho kalian kan sudah sewa alat musik di tempat ini" kata Faridha.
"iya teman-teman mari kita lanjutkan lagi" kataku. Tetapi kedua temanku itu meminta untuk istirahat sebentar.
"oh iya nggak apa-apa"kataku.
Aku pun melanjutkanya, aku beralih ke alat musik piano. Hanya aku dan Faridha, kemudian memainkan lagu lagi. Astaga berjalan lancar tanpa ada kesulitan, padahal kita baru kali ini memainkan musik bersama tetapi hasilnya kompak, apa ini yang dinamakan serasi (dalam hatiku berkata). Kedua temanku memberikan applous, "serasi" kata mereka.
Betapa bangganya kami, meskipun hanya dalam studio. Waktu tak terasa, kami pun selesai dan bergegas mengambil tas masing-masing.
Setelah itu aku mengajak mereka makan di salah satu restaurant. Sambil makan, kami membahas pengalaman masing-masing.
Setelah kenyang, aku pergi ke kasir, saat melihat isi dalam tasku, ASTAGA!!! dompetku hilang.
Tidak tersadar keringatku mulai keluar, "gimana neh". Aku pun menghampiri temanku dan menceritakan semua, tentu saja tanpa sepengetahuan Faridha.
"Tenang saja, pakai uangku saja"ujar temanku. Ketika dia membuka tasnya, ternyata apa yang ku alami tejadi pula pada dirinya. Kami pun deg-degan, "aduh gimana ini". Aku kemudian menyuruh temanku untuk menghampiri faridha tanpa menceritakan apa yang terjadi.
Setelah itu aku pun menyusul menghampirinya. " Hy, maaf yah ku tinggal sebentar, aku mau nolongin temenku yang jatuh dari motor karena tadi aku baru adjah dapet telepon dari seseorang. Kalian disini adjah dulu"
Faridha pun bertanya"sal?kemana".
"Sebentar kok"jawabku.
Aku pun mengambil motorku, pergi menuju rumah. Setelah sampai, aku pun mencari-cari.
Fyuuu, lega rasanya, ternyata dompetku ketinggalan di meja kamarku. Hehehehe, "ya ampun aku ney pelupa".
Aku nggak mau membuat mereka menunggu lama, ku ambil motorku dan segera ke restaurant.
Setelah berada di restaurant, aku pun membayar billingnya. Huuh,betapa leganya aku.
Aku pun menghampiri Faridha"maaf ya, telah membuatmu menuggu"
"nggak apa-apa sal, lagian kamu perginya sebentar kok, gimana temenmu?"jawabnya.
"gak apa-apa anaknya cuman luka ringan doanks dan sekarang ney dia dirawat di UGD, ya udah ini kan udah selesai semua, gimana kalau kita pulang sekarang, soalnya ini udah sore"jawabku (Aku terpaksa berbohong pada Faridha).
"Mmm-hmm"mereka menganggukan kepala.
Kami pun berdiri, kedua temanku pulang ke rumah masing masing "kapan-kapan kita latihan lagi, okay".
Sedangkan aku mengantarkan Faridha pulang.
Sesampainya di depan rumah Faridha, Ia berkata "Sal, thanks ya untuk hari ini, senang banget bisa jalan denganmu, aku besok udah balik kuliah, sekali lagi terimakasih.
Fyuhh, ini terjadi singkat. Pertama kali ketemu langsung nge-date. Aku sekarang nggak tau Faridha ada dimana, nomor dia yang ada di handphone-ku nggak sengaja terhapus.
Tetapi cerita ini nggak akan terhapus dari memoriku.

5 komentar:

  1. Cerita yang menarik dan mengesankan.

    ReplyDelete
  2. thanx singgah my blog.nice story ;)
    kalau ada jodoh jumpain lagi sama dia..(oh, i try to speak indonesia.broken2..hehe)

    ReplyDelete